We are changing / نعمل على تغيير / Kita yang merubah

Assalamualaikum Wr. Wb.
It is common, decent, recognized all parties, both we, friend or foe, but sometimes there are times other than the actual reality when a disturbance in the soul of each of us a sense of the evidence.
example:
Everyone recognizes that rice can be eaten, while there is no interference. Once we examine not all, of them;
1. No rice (do not create or after a person is taken, etc.),
2. Not happy on rice,
3. When the position we are sick,
4. When the cook is not good,
5. More tempted to eat something (some are annoying, abused people, etc.),
6. And the possibility of other disorders.
We asked: What's with that disruption of rice is one change, what we ourselves are changed, changed ?....... back to ourselves.

Imagery on our monotheism we suppose, when it comes disturbances in our belief that there seemed to be reducing, thinning or even exhausted and other possibilities. What monotheism that must be changed or who we understand it ?....
Let us examine ourselves respectively.

فمن الشائع، اعترفت لائق، وجميع الأطراف، سواء نحن أو صديق أو عدو، ولكن أحيانا هناك أوقات أخرى من الواقع الفعلي عند حدوث اضطراب في نفس كل منا شعور الأدلة.
على سبيل المثال :
الجميع يعترف يمكن أن تؤكل أن الأرز، في حين لا يوجد أي تدخل. مرة واحدة ندرس لم يكن كلها ، من بينها ؛
1. لا الأرز (لا تخلق أو بعد وضع شخص، الخ) ،
2. غير راض على الأرز،
3. عندما الموقف ونحن المرضى ،
4. عندما يطهى ليست جيدة ،
5. أكثر إغراء للأكل شيئا (وبعضها مزعج ، وإيذاء الناس، الخ) ،
6. واحتمال غيرها من الاضطرابات.
سألنا : ما هو مع هذا الاضطراب هو واحد من الأرز التغيير ، تغيير ما هي نحن أنفسنا، غيرت؟....... العودة إلى أنفسنا.

صور على التوحيد لدينا ونحن نفترض، عندما يتعلق الأمر اضطرابات في اعتقادنا أن هناك على ما يبدو الحد، رقيق أو حتى استنفدت وغيرها من الإمكانيات. ما التوحيد يجب أن يتم تغيير أو الذين نفهمه؟....
دعونا نفحص أنفسنا على التوالي.

Hal yang umum, layak, diakui semua pihak, baik kita, kawan ataupun lawan, tetapi kadang ada waktunya lain dari kenyataan sebenarnya ketika adanya gangguan dalam jiwa masing-masing kita bukti rasa.
Contoh:
Semua orang mengakui nasi itu bisa dimakan, selagi tidak ada gangguan. Setelah kita kaji tidak semuanya, diantaranya;
1. Tidak ada nasinya (tidak membuat atau setelah ada diambil orang dll),
2. Tidak senang pada nasi,
3. Ketika posisi kita sakit,
4. Ketika memasaknya kurang baik,
5. Lagi makan tergoda sesuatu (ada yang menyebalkan, dicaci orang dll),
6. Dan kemungkinan gangguan-gangguan lainnya.
Kita tanya: Apa dengan adanya gangguan itu nasi yang salah berubah, apa diri kita yang berubah, merubah?....... kembali kepada diri kita.

Tamsil diatas kita umpamakan ketauhidan kita, ketika datang gangguan pada kita seolah keyakinan yang ada menjadi mengurang, menipis atau bahkan habis dan kemungkinan lainnya. Apa tauhid yang mesti di ubah atau diri kita yang memahaminya?....
Coba kita telaah diri masing-masing.

Wassalamualaikum Wr. Wb.